Pegiat Budaya Menganggap Paundra Belum Menerima, Roy Fokus Ngopeni Makam Punggawa Baku
Tema : Budaya | Penulis : Agung Huma | Foto : Agung Huma | Pengunggah : Elisa Siti
"Justru penetapan ini apakah sudah sesuai permufakatan bersama lengkap," __ucap pegiat budaya Mangkunegaran, Raden Surojo saat dikonfirmasi, Kamis (04/03/2022).
SOLO- Pernyataan disampaikan GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dinilai belum menerima. Yang disampaikan putra mendingan Mangkunegoro IX ini bukanlah tidak beralasan. Hal ini disampaikan pegiat budaya Mangkunegaran, Raden Surojo.
"Justru penetapan ini apakah sudah sesuai permufakatan bersama lengkap," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (04/03/2022).
Segala ketetapan ini, ia meyakini sudah ada mufakat dan musyawarah keluarga inti. Sesuai mekanisme adat, Paundra juga ikut hadir karena putra dalem Mangkunegoro IX. Meskipun semua ketetapan ini menjadi hak Prameswari Dalem, Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX.
"Penerus ini merangkul ketiga ketiganya. Ayo duduk bersama lagi, Kita punya gawe (Jumenengan-red), begitu," tandasnya.
Legowo atau menerima atas ketetapan justru ia melihat bisa diterima oleh Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Roy Rajasa Yamin. Selama ini cucu pahlawan nasional ini lebih pada posisi alternativ calon penerus. Bila keduanya belum damai suksesi maka Roy akan siap menjadi penerus.
"Bila tidak bisa diselesaikan dan harus mencari solusi, maka roy mau jadi solusi," jelasnya.
Suksesi ini yang terlihat antara Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo dengan GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara. Sedangkan cucu pahlawan nasional memiliki kesiapan sebagai penerus tahta meskipun fokus merawat Makam Punggawa Baku. "Semoga yang tidak ditunjuk, bisa legowo," pungkasnya. (*)
Komentar
Posting Komentar